Screenshot 2019 05 24

 

Kota Bekasi -- Selasa, 21 Mei 2019.

Kegiatan bersama pada hari ini, diisi dengan buka bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di gelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati serta para pejabat Esselon II, III, dan IV hadir meramaikan acara tersebut. Acara buka bersama yang disellingi oleh kegiatan santunan anak yatim yang diserahkan oleh Hj. Gunarti Rahmat Effendi, Hj. Wiwik Hargono Tri Adhianto, dan Sekretaris Daerah menyerahkan santunan berupa uang dan bingkisan untuk para anak yatim piatu yang hadir dalam agenda tersebut.

Wali Kota Bekasi mengutarakan bahwa kegiatan rutin ini yang tiap tahunnya pasti di adakan untuk mempererat silaturahmi para ASN dan Non ASN dari wilayah dan tiap Dinas agar tetap memperkuat ukhuwah islamiyah bagi aparatur yang menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, hal ini juga kita gelar menjelang malam Lailatul Qadar yang juga diselingi dengan tarawih bersama di Masjid Agung Al- Barkah Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi juga mengangkat pendapat bahwa pada Ramadhan tahun ini saya ikut merasakan semaraknya para ASN dan Non ASN yang hadir, mereka ikut berpartisipasi dengan bukber di Pemkot ini, dengan adanya kegiatan ini kita tetap menjalin rasa kebersamaan antar Pemerintah Kota Bekasi, dan semoga menjadi pahala bagi kita semua dan yang terpenting kita tetap berkoordinasi antar Dinas maupun di wilayah.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, mengharapkan aparatur agar tetap konisiten dalam bekerja, dan juga mengutarakan pada masa bulan suci Ramadhan tetap memaksimalkan pekerjaan agar tetap beres, jangan di jadikan alasan puasa ini menurun semangatnya. Usai berbuka, Para hadirin laksanakan sholat maghrib berjamaah di plaza Pemerintah Kota Bekasi dan langsung meluncur untuk menunaikan Tarawih di Masjid Al- Barkah Kota Bekasi dalam rangka Malam Laiatul Qadar. (Ndoet)

 

 

Sumber : Bekasikota.go.id

Screenshot 20

 

KOTA BEKASI - Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai pengingat perjuangan perintis kemerdekaan Bangsa Indonesia. Boedi Utomo, 110 tahun silam, menjadi salah satu penanda utama Bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Terkait hal itu, Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi, Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Tri  Adhianto, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, beserta jajaran Muspida Kota Bekasi bersama para pegawai dan organisasi kepemudaan, Senin (21/5/2019) pagi bertepatan dengan bulan Ramadhan menyelenggarakan apel bendera peringatan  Hari Kebangkitan Nasional, bertempat di Alun-Alun Kota Bekasi di Jalan Veteran,  Kecamatan Bekasi Selatan. Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 tahun 2019. Peserta upacara unsur TNI, Polri, aparatur, unsur kepemudaan dan pelajar se-Kota Bekasi.

Dalam amanat Menkominfo RI Rudy Antara yang dibacakan Wakil Wali Kota Bekasi, pada  kesempatan ini mengangkat tema Bangkit Untuk Bersatu. Dalam amanatnya mengangkat tentang Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa. Menurutnya memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan "amukti palapa". Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

"Kalau ingat tentang sejarah Sumpah Palapa, dimana yang telah tertulis didalam sejarah Mahapatih Gajah Mada, bahwa dirinya tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum persatukan Bumi Nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan Nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini," ucap Wakil Wali Kota Bekasi. Lanjutnya, Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Saat ini Indonesia berada dalam situasi pasca pesta Demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Dirinya sangat mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak Persatuan Sosial kita.

Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan Presiden dan wakil Presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia  perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses Pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan Demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.

"Saat ini kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Saya sangat mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan Presiden dan wakil Presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar, mari kita jaga persatuan dan tetap tenang, kita tunggu hasil resmi yang di umumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh negara," ujar Tri Adhianto.

kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia. Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita. Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema "Bangkit Untuk Bersatu".  Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Saudari-saudara sebangsa dan setanah air, Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini : gotong royong.  (EZ/Ndoet)

 

Sumber : bekasikota.go.id

Screenshot 2019

 

 

KOTA BEKASI -- Jumat, 10 Mei 2019.

Bertempat di Pendopo Kantor Wali Kota Kota Bekasi, Bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, dan segenap pejabat esselon II, III, dan IV hadir dalam penandatangan Perjanjian Percepatan Penyelesaian Proses Perizinan di Kota Bekasi yang dilakukan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Sebanyak 8 Kepala Dinas yang mengelola perijinan, di hadapan Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, membubuhkan tandatangan kerjasama proses percepatan perijinan di Kota Bekasi, diantaranya, Kepala Dinas Perumahan, pemukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar Syamsupraja, Kepala Badan Pendapatan Daerah, H. Aan Suhanda Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Lintong Dianto, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Arief Maulana, Kepala Dinas Perhubungan, Yayan Yuliana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Luthfi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Aceng Solahudin, dan Kepala Dinas Tata Ruang, Junaedi.

Perijinan merupakan tolak ukur suatu pemerintahan dalam membuka keran investasi untuk kemajuan ekonomi daerah. Pada periode-periode sebelumnya, perijinan merupakan salah satu hambatan para pelaku usaha untuk membuka investasinya di Kota Bekasi. "Semua prosedur yang cukup berbelit-belit, biaya yang mahal, waktu penyelesaian yang tidak bisa diprediksi bisa menjadi cermin prosedur perijinan di masa itu. Maka dari itu kita bentuk MoU ini agar proses perijinan di Kota Bekasi semakin cepat dan kita bentuk untuk memangkas rantai birokasi perijinan bertele-tele," tegas Wali Kota.

Dalam sebuah kesempatan ini juga Wali Kota Bekasi berpendapat percepatan penyelesaian proses perijinan merupakan sebuah reformasi dengan menggunakan model registrasi yang lebih modern, dan tepat waktu. “Ini adalah sebuah reformasi, dengan menggunakan model registrasi yang lebih modern, yang lebih cepat dengan sistem data yang terpadu, terintegrasi, sehingga tidak perlu lagi melewati banyak rantai birokrasi, Ini juga merupakan momentum untuk mengelola sebuah pendapatan. Dengan percepatan proses sebuah perijinan maka ini akan menjadikan sebuah kepastian bagi investor. " ujar Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi.

Ruang lingkup proses perjanjian meliputi penyelesaian penyelenggaraan perijinan pemanfaatan ruang, meliputi 8 faktor, diantaranya :

1. Izin prinsip lokasi

2. Izin Mendirikan Bangunan ( Rekomendasi TKRPD, Site Plan, rekomendasi bangunan, dan keterangan rencana Kota)

3. Izin lingkungan

4. Kajian Dokumen Lingkungan Hidup

5. Surat penyataan pelepasan hak/TPU

6. Kajian teknis Amdal Lalin

7. Kajian teknis peil banjir, dan

8. Kajian pemasangan alat pemadam kebakaran. 


Sumber : Bekasikota.go.id

Screenshot 2019i

 

 

Rombongan anggota DPRD Kabupaten Banjar melakukan studi banding, Senin (13/5/2019), di ruang Press Room, kunjungan tersebut dalam rangka membahas tentang Mall Pelayanan Publik Kota Bekasi, turut Hadir pada acara; Kepala Bagian Humas Setda, Kabid. Disdukcapil, Kabid. DPMPT-SP, dan para staf. Saidah Pahmi selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar dan Ketua Rombongan  memberikan sambutan "Hari ini kita bersilaturahmi dalam rangka kunjungan kerja berkaitan sharing Mall Pelayanan Publik, karena di kabupaten Banjar belum ada MPP rencananya Tahun 2020 nanti, Bupati kami akan merealisasikan MPP, oleh sebab itu kami meminta agar diperlihatkan MPP Kota Bekasi agar bisa menjadi perbandingan nantinya sebelum direalisasikan" ujarnya.

Selanjutnya, Sajekti Rubiyah selaku Kepala Bagian Humas Setda memberikan sambutan, "Selamat datang di Kota Bekasi, untuk MPP di Kota Bekasi baru terdapat di kecamatan Pondok Gede dan Kecamatan Jati Sampurna, memang prinsip kepala daerah kami yaitu pelayanan harus lebih didekatkan kepada masyarakat baik itu laporan/permasalahan perijinan/dll, nanti kita akan melihat secara langsung pelayanan apa saja yang di tawari di MPP" ucapnya.

Asti Riswiwayanti selaku Kepala Bid. Pelayanan Perizinan Jasa Usaha DPMPT-SP menambahkan tentang sejarah berdirinya MPP di Kota Bekasi "Pada saat itu terjadi penumpukan pelayanan di dinas-dinas, kepala daerah kami berinisiatif untuk mendirikan gerai pelayanan di tempat yang strategis yakni mall, tidak lama itu kami bekerja sama dengan dinas lain langsung mendirikan gerai-gerai hingga menjadi MPP/GPP Kota Bekasi dan untuk tempat dan kebutuhan mendesak, kami ( Pemerintah) juga bekerja sama dengan Pihak Ketiga berupa CSR" jelasnya.


Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, foto bersama, dan tukar menukar cinderamata antara pemerintah Kota Bekasi dengan DPRD Kabupaten Banjar.

 

Sumber : Bekasikota.go.id

Screenshot 2019 05 03

 

Kepala DPMPTSP Kota Bekasi, Lintong Dianto Putra terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. 

Peningkatkan pelayanan publik seperti gerai pelayanan publik yang baru baru ini telah diresmikan dan telah beroperasi serta Mall Pelayanan Publik tetap terus di lakukan oleh pembenahan pembenahan agar mutu pelayanan dapat meningkat. Hal ini menjadi projek perubahan yang dibuat oleh lintong dalam projek perubahan Diklatpim Tk II. Proses pembangunan MPP dan GPP Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan Pengelola Plaza Cibubur, masyarakat dan dunia usaha melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR). 

Pelayanan yang akan diberikan pada Gerai Pelayanan Publik antara lain:
1. DPMPTSP Kota Bekasi
2. DPMPTSP Jawa Barat
3. Bapenda
4. Disdukcapil
5. Disnaker
6. Imigrasi
7. Pendaftaran Haji
8. BPN
9. Kejaksaan 
10. Samsat
11. Kantor pajak pratama
12. PT.Pos
13. PLN
14. BPJS Kesehatan
15. Bank Jabar Banten
16. Bank Jabar Syariah
17. Bank Danamon Syariah

Untuk waktu pelayanan yaitu:
Senin sampai Jumat dari pukul 08.00 - 16.00 WIB dan pada Sabtu dari Pukul 08.00-13.00 WIB.

 

Sumber : Bekasikota.go.id

Calendar

June 2019
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Anda Pengunjung Ke- URL Counter

 

 

 

 

2019 04 0910.06.13

 

 

cekonline.png

Main Menu